CIREBON – Setelah diterpa isu kualitas yang sempat mencuat sebelum masa mudik lebaran, ternyata konsumsi BBM Pertamax justru mengalami peningkatan saat masa libur lebaran teruatama menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan jatuh pada 28-29 Maret 2025. Dalam data PT Pertamina Patra Niaga (PPN), secara persentase konsumsu Pertamax justru meningkat dibandingkan periode normal.

Harsono Budi Santoso, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga, menjelaskan khusus wilayah Jawa Bagian Barat peningkatan konsumsi Pertamax jelang memasuki arus puncak mudik sudah menyentuh angka 6% jika dibandingkan hari normal. Hal itu juga diikuti secara nasional.

“Per tanggal 28 Maret 2025 ini ada kenaikan, kami identifikasi sekitar 6% konsunsi pertamax untuk jabar, nasional 4-5% dibandingkan periode harian,” kata Harsono disela kunjungan rombongan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, ke Rest Area 207A, Cirebon, Jumat (28/3).

Kenaikan dialami hampir semua jenis bahan bakar termasuk tentu saja Pertalite. Hanya bbm jenis solar saja yang alami penurunan konsumsu akibat adanya pembatasan truk di jalanan utama jalur trans jawa dan sumatera.

“Demikian juga untuk Pertalite ada kenaikan sekitar 5%. sementara solar transportasi solar turun, konsumsi turun 19%,” ujar Harsono.

Di wilayah Jawa Bagian Barat, Pertamina telah menyiagakan 224 SPBU Siaga 24 jam, SPBU Modular di 17 titik dan SPBU Kantong 65 titik.

Sementara itu, Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM, menegaskan seluruh elemen pemerintah dan Pertamina memang telah memastikan betul masalah kualitas bahan bakar. Untuk itu dia menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir dan bisa melaksanakan mudik dengan tenang dan nyaman.

“Kami pastikan ketersediaan dan kualitas, pengecekan rutin sudah dilakukan seharusnya masyarakat tidak ragu lagi terhadap kualitas BBM yang ada di Pertamina. Pengecekan dilakukan BPH Migas dan Lemigas, untuk tera Kementerian Perdagangan juga lakukan pengecekan,” jelas Yuliot. (RI)